Showing posts with label berita. Show all posts
Showing posts with label berita. Show all posts

Sunday, September 21, 2014

SPNTI menerima penghargaan dari PMI


SPNTI menerima penghargaan dari PMI?
piagam penghargaan dari PMI
Apa hubungannya? SPNTI yang notabene sebagai organisasi pekerja, kok tiba tiba mendapat penghargaan dari lembaga sosial PMI...
Ssssttt... gak usah bingung begitu... begini ceritanya...
Sudah beberapa tahun belakangan ini SPNTI selalu mengagendakan kegiatan sosial donor darah, dengan mendatangkan petugas PMI ke lokasi lokasi kerja yang ada di Total EP Indonesie. SPNTI bertindak sebagai organizer/koordinator-nya.
Tentu saja kegiatan donor darah ini dapat terselenggara berkat kerja sama antar beberapa pihak, antara lain dengan pihak manajemen khususnya bagian HSE dan medis. Selain itu juga dengan pihak manajemen lapangan terutama dengan bagian general service, dan pastinya dengan dinas PMI.
Untuk petugas PMI, belakangan ini SPNTI bekerja sama dengan PMI unit kota Samarinda, dengan mempertimbangkan lokasi dan waktu tempuh perjalanan.

Kontribusi kegiatan donor darah yang di motori oleh SPNTI tersebut, ternyata menjadi penyumbang terbesar stok darah bagi PMI dalam suatu event donor darah. Dan itu bukan hanya tahun ini saja, tahun sebelumnya juga demikian.
Maka atas prestasi tersebut, SPNTI mendapat kehormatan untuk menerima penghargaan dari PMI unit Samarinda. Penyerahan piagam penghargaan di laksanakan bersamaan dengan hari ulang tahun PMI yang ke-69. Acara penganugerahan penghargaan di lakukan pada tanggal 17 September 2014, bertempat di Gedung serba guna GOR Madya Sempaja, Samarinda.
perwakilan TEPI dan SPNTI


Monday, February 24, 2014

Kemitraan SPNTI dan Management


Bapak Agus Suprijanto (DEVP) dalam kesempatan dialog di acara sarasehan HUT SPNTI, mengatakan bahwa SPNTI adalah mitra strategik perusahaan, merupakan partner yang tepat dalam hal “organizing people”. Perusahaan memerlukan partner dalam mengumpulkan aspirasi untuk didiskusikan bersama. Kita tidak bisa sukses kalau hanya one man show jadi harus merupakan partnership supaya ada added value yang lebih baik. Beliau juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi SPNTI pada keberhasilan perusahaan, di mana produksi tahun 2013 telah melampaui target. Hal ini berkat adanya upaya, ada sistem yang bergerak yang turut dimotori oleh SPNTI.
Sinergi
Komitmen untuk bekerja profesional, mempunyai kompetensi, motivasi yang luar biasa dan confident sehingga meskipun sejak tahun 2011 sudah mulai decline tetapi saat ini kita masih “The Biggest”, Delivery kita masih paling banyak dan dalam hal HSE, tidak ada fatality meskipun ada incident oil spill dan Raisa tetapi pencapaian LTIF dan TRIR luar biasa.
Objective di tahun 2014 adalah pengeboran 100 sumur, dengan budget SKKMIGAS sekitar Rp.2,5 Trilliun. Budget yang diperlukan ini masih cukup besar, meskipun produksi berkurang. Hal ini disebabkan oleh aging facility sehingga tantangannya tidak mudah. 

Sesi dialog dalam acara sarasehan HUT SPNTI
Manajemen berharap agar pengurus SPNTI yang akan datang bisa melanjutkan partnership yang terjalin selama ini, dengan mempertahankan komunikasi yang telah berjalan dengan baik, tetap bekerja sama dalam diskusi dengan management, memberikan informasi yang transparan sehingga semua pihak mengetahui apa yang sedang terjadi.
Tidak kalah pentingnya adalah agar SPNTI dapat meningkatkan koordinasi di antara 9 TDK. Dengan melihat proses hubungan antara management dan SPNTI, telah diakui bahwa komunikasi yang selama ini berjalan telah menghasilkan hubungan yang bagus. SPNTI mendapati telah terjadi evolusi ke arah yang baik dalam hubungan dengan management, di mana saat ini kedua pihak selalu bersama–sama mencari jalan keluar yang terbaik, tidak lagi ada lagi saling menutup nutupi jika ada masalah.

Di luar perusahaan, SPNTI telah dipandang sebagai Serikat Pekerja yang terbaik di lingkungan Migas di Indonesia saat ini, Hal ini tidak semata-mata karena SPNTI yang baik tetapi juga karena management yang jauh lebih baik dalam berpartner dengan SPNTI.
Apa yang telah tertuang di PKB saat  ini sudah cukup bagus untuk mengcover kebutuhan karyawan karena proses pembuatannya yang terbuka dengan kemitraan transparan. Proses ini tidak mudah karena selalu saja ada kendala dan target serta kebutuhan.
Sedangkan di perusahaan lain sistemnya pasif di mana kalau tidak ada permintaan maka management tidak melakukan apa apa. Sedangkan di  TEPI, telah dilakukan pertemuan berkala antara management dan SPNTI dalam bentuk Quarterly Meeting.
Sehingga kalau ada kesepakatan yang menjadi prioritas maka akan dituangkan ke PKB. Management melihat karyawan sebagai komponen terpenting perusahaan sehingga management akan selalu berusaha untuk membangun, meningkatkan dan membantu. [ads]

Friday, November 8, 2013

Pre QM & Quarterly Meeting Nov 2013


Pada hari Rabu dan Kamis, tanggal 6 & 7 November 2013, telah di laksanakan pertemuan rutin 3 bulanan (Quarterly Meeting) antara Serikat Pekerja (SPNTI) dengan jajaran Management TEPI.

QM nov ’13 SPNTI – MGT

Pertemuan Pre-QM dilaksanakan pada Rabu-nya tanggal 6 Nov 2013 di kantor Jakarta. Pada pertemuan Pre-QM ini dari pihak management diwakili oleh jajaran direksi SDM (divisi HR), sedang dari serikat pekerja (SPNTI) diwakili oleh pengurus SPNTI pusat dan perwakilan dari SPNTI daerah (TDK). Adapun beberapa topik yang di bicarakan diantaranya adalah: Tindak lanjut dari perubahan rumusan THRK dan tunjangan cuti tahunan, fasilitas penugasan dinas (khususnya tentang meal at cost), revisi tarif transport, kelanjutan dari program RMP & DPLK BNI, dan beberapa topik mengenai permasalahan personalia.

Keesokan harinya, kamis 7 Nov 2013, dilanjutkan dengan pertemuan QM. Pertemuan ini di hadiri oleh peserta rapat Pre-QM ditambah dari pihak management hadir pula DG (President Director & General Manager) dan EVP (Executive Vice President). Pada pertemuan ini topik yang di bahas adalah terkait kontrak blok Mahakam yang akan berakhir di tahun 2017.

Adapun hasil dari pertemuan tersebut secara lengkapnya dapat dilihat di risalah rapat atau dapat pula ditanyakan ke perwakilan pengurus masing masing daerah kerja.

Thursday, July 18, 2013

Pe-nandatangan-an Perjanjian Kerja Bersama 2013-2015

Penandatanganan PKB 2013-2015
Pada hari kamis, 18 Juli 2013 bertempat di kantor Total EP Indonesia di Jakarta telah dilaksanakan pe-nandatangan-an Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yg ke-enam antara Serikat Pekerja Nasional TOTAL E&P INDONESIE (SPNTI) dan TOTAL E&P INDONESIE (TEPI).  Pe-nandatangan-an PKB ini merupakan hasil kesepakatan dari perundingan antara tim Serikat Pekerja dan tim menejemen TEPI untuk periode masa 2 tahun (2013-2015).

Ibu Elisabeth Proust, President Director and General Manager TEPI, menyampaikan apresiasinya kepada SPNTI dan juga kepada tim kerja PKB (taskforce team) yang telah bekerja keras untuk menyelesaikan proses perundingan sehingga dapat tercapai kesepakatan.

“PKB bukan hanya sekedar dokumen yang perlu di perbarui dan dirundingkan setiap 2 tahun sekali. Akan tetapi PKB, memiliki makna yang lebih dari sekedar itu, Sebab PKB merupakan gambaran serta manifestasi dari hubungan industrial yang harmonis antara perusahaan dengan para pekerjanya. Kesepakatan PKB mencerminkan nilai kebersamaan, kerja keras, harapan serta komitmen untuk bekerja sama untuk mewujudkan produktivitas dan sukses bersama” ungkapnya.

Seremoni pe-nandatangan-an PKB ’13-’15

Bertindak atas nama menejemen TEPI, Ibu Elisabeth Proust sedangkan dari SPNTI di wakili oleh Ketua umum SPNTI, Fauzan Muttaqin melakukan pe-nandatangan-an Perjanjian Kerja Bersama 2013 – 2015. Pe-nandatangan-an ini disaksikan oleh beberapa pejabat negara terkait diantaranya: Indra Wardhana (perwakilan SKKMigas), Amin Latif (Kepala Disnaker Balikpapan) and Suriansyah (Keapal Disnaker Kutai Kartanegara).

Tuesday, February 12, 2013

Data dan Fakta Seputar Blok Mahakam

12 Pebruari 2013
http://www.skkmigas.go.id/data-dan-fakta-seputar-blok-mahakam

“Menanggapi beberapa berita yang terus dihembuskan oleh beberapa pengamat terkait dengan perpanjangan Blok Mahakam maka dirasakan perlu meluruskan data dan fakta yang ada”, demikian disampaikan oleh Gde Pradnyana, Sekretaris Satuan Kerja Khusus Migas (SKKMIGAS). Sebagaimana diketahui, kontrak bagi hasil blok Mahakam ditandatangani tahun 1967, kemudian diperpanjang pada tahun 1997 untuk jangka waktu 20 tahun sampai tahun 2017. Kegiatan eksplorasi yang dilakukan pada tahun 1967 menemukan cadangan minyak dan gas bumi di Blok Mahakam tahun 1972 dalam jumlah yang cukup besar. Cadangan (gabungan cadangan terbukti dan cadangan potensial atau dikenal dengan istilah 2P) awal yang ditemukan saat itu sebesar 1,68 miliar barel minyak dan gas bumi sebesar 21,2 triliun kaki kubik (TCF). Dari penemuan itu maka blok tersebut mulai diproduksikan dari lapangan Bekapai pada tahun 1974

Produksi dan pengurasan secara besar-besaran cadangan tersebut di masa lalu membuat Indonesia menjadi eksportir LNG terbesar di dunia pada tahun 1980-2000. Kini, setelah pengurasan selama 40 tahun, maka sisa cadangan 2P minyak saat ini sebesar 185 juta barel dan cadangan 2P gas sebesar 5,7 TCF. Pada akhir maka kontrak tahun 2017 diperkirakan masih menyisakan cadangan 2P minyak sebesar 131 juta barel dan cadangan 2P gas sebanyak 3,8 TCF pada tahun 2017. Dari jumlah tersebut diperkirakan sisa cadangan terbukti (P1) gas kurang dari 2 TCF. “Jadi informasi yang disampaikan seolah-olah sisa cadangan gas pada tahun2017 sebesar 10,1 TCF dan sisa cadangan minyak sebesar 192 juta barel jelas tidak mempunyai dasar”, jelas Gde Pradnyana.

Sebagaimana diketahui, Kontraktor Kontrak Kerja Sama yang bekerja disana saat ini di Blok Mahakam, yaitu TOTAL yang berpartner dengan INPEX 50%-50%, telah menginvestasikan setidaknya US$ 27 miliar atau sekitar Rp 250 triliun sejak masa eksplorasi dan pengembangannya telah memberikan penerimaan Negara sebesar US$ 83 miliar atau sekitar Rp.750 triliun.

Masalah perpanjangan blok Mahakam sangat erat kaitannya dengan upaya untuk menjamin dan memaksimalkan penerimaan Negara. Seandainya pemerintah bermaksud memperpanjang kontrak blok Mahakam, maka pemerintah pasti akan meminta kenaikan bagi hasil yang lebih banyak lagi dari kontrak sebelumnya. “Sisa cadangan yang ada plus fasilitas produksi yang sudah sepenuh diberikan cost recovery harus dianggap sebagai equity pemerintah sehingga split bagi hasil yang semula 70:30 untuk gas dan 85:15 untuk minyak harus dinaikkan secara signifikan untuk mengkompensasi equity pemerintah tersebut”, imbuh Gde. Sebagaimana diketahui, saat ini Pemerintah masih menimbang-nimbang siapa yang akan ditunjuk sebagai operator blok tersebut, baik opsi memperpanjang kontrak dengan perubahan split dan perubahan komposisi participating interest, maupun opsi menyerahkan operatorship ke perusahaan Nasional, yaitu Pertamina. Gde menegaskan bahwa: “Menteri Jero Wacik adalah orang yang sangat nasionalis, beliau pasti memperhitungkan agar opsi yang dipilih dapat memberikan manfaat yang terbesar bagi kepentingan bangsa dan Negara”.

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | JCPenney Coupons