Showing posts with label SDM. Show all posts
Showing posts with label SDM. Show all posts

Thursday, August 1, 2013

(SDM) RI Kekurangan Tenaga Perminyakan??


sumber : http://www.migas-indonesia.com

Cadangan dan produksi minyak nasional saat ini semakin turun. Bukan hanya karena dana, namun minimnya pekerja di industri migas dalam negeri juga jadi hambatan tersendiri.

Pembahasan oleh : Administrator Milis Migas Indonesia

Migas indonesia,
Tampaknya isue negara RI kekurangan SDM perminyakan sudah mempengaruhi produksi Migas nasional.
Ini komentar pak Rudi Rubiandini (Kepala SKKMIGAS) saya posting kan...

Jakarta - Cadangan dan produksi minyak nasional saat ini semakin turun. Bukan hanya karena dana, namun minimnya pekerja di industri migas dalam negeri juga jadi hambatan tersendiri.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini mengatakan, satu-satunya kunci untuk meningkatkan produksi migas adalah dengan mencari sumur baru lewat pengeboran.

"Kalau tidak mengebor tidak ada minyak, sedikit ngebor sedikit pula minyak yang didapat, banyak ngebor makin banyak minyak yang didapat, makanya tahun ini kami tetapkan sebagai tahun pengeboran," ujar Rudi ketika berkunjung ke Kantor Trans Corp, Jakarta, seperti dikutip Selasa (23/4/2013).

Namun dari program 1.200 pengeboran sumur eksploitasi dan 250 sumur ekplorasi migas, yang bisa direalisasikan masih sangat sedikit sekali.

"Masalahnya, kita kekurangan rig (alat bor minyak dan gas bumi), saya bilang ke Dirut Pertamina Ibu Karen, tolong ditambah rig-nya. Sekarang sudah ada rig-nya masalah lagi, yang mengerjakan siapa? Karena kita kekurangan orang di industri migas," ujar Rudi.

Kekurangan pekerja di industri migas ini bukan karena Indonesia minim sarjana perminyakan dan lainnya, tapi karena tengaa perminyakan Indonesia banyak bekerja di perusahaan migas asing.

"Tenaga-tenaga mereka sangat diburu industri migas di luar negeri, mereka dibayar US$ 1.500-US$ 2.500 per hari (sekitar Rp 23 juta), jika mereka bekerja di dalam negeri atau bahkan ke Pertamina, mereka pasti mikir-mikir lagi," ungkap Rudi.

Rudi sempat menyinggung juga soal wacana gaji pegawai SKK Migas (dulu BP Migas) yang rencananya akan disamakan dengan PNS. Jika ini terjadi, maka tidak akan ada yang mau menjadi pegawai SKK Migas.

"Kalau itu terjadi, tidak perlu Mahakamah Konstitusi yang membubarkan, disamakan gajinya saja dengan PNS besok BP Migas bubar, ya karena mereka-mereka yang bekerja di BP Migas orang yang sangat diburu juga perusahaan-perusahaan minyak baik di dalam maupun di luar negeri," tandasnya.

Rista Rama Dhany - detikFinance

Tanggapan 1 - aank71

Tenaga perminyakan ini jurusan apa saja pak?

Tanggapan 2 - Elwin Rachmat

Isu yang menarik Pak Herry.
Sulit, namun bukan tidak ada alternatifnya. Sangat tergantung lagi lagi political will.

Kita harus memperbanyak pendidikan dan pelatihan keteknikan yang dibutuhkan sektor migas. Walaupun memerlukan waktu untuk mengecap hasilnya, namun hasil yang akan diperoleh dapat diandalkan kesinambungannya.

Penghargaan pada para profesional migas memang harus ditingkatkan terus sesuai dengan kompetisi dengan negara lain. Membayar expat bukan solusi alternatif untuk mengatasi kekurangan SDM apalagi brain drain.

Alternatif lainnya adalah memperpanjang usia pekerja lebih dari 58 tahun seperti yang berlaku sekarang. Perawatan kesehatan yang diberikan pada pekerja migas ada baiknya dievaluasi hingga sampai usia berapa pekerja migas diharapkan masih produktif. Usia expatriat yang dibayar mahal jauh melebihi batas usia pekerja migas kita. Perawatan kesehatan expatriat dibayar melelaui cost recovery untuk mutu internasional, sedangkan pekerja nasional hanya menerima mutu perawatan lokal.

Terlihat disini bahwa selama ini pekerja migas kita dihargai jauh lebih rendah dari pada para ekspatriat yang belum tentu memiliki kinerja dan produktifitas berlebih. Kapankah pekerja kita dapat menjadi tuan rumah di negara sendiri?

Tanggapan 3 - puluh.rianto

Bikin pendidikan dan latihan tenaga perminyakan dengan ikatan dinas 10-15 thn.
Setelah itu terserah kpd ybs utk stay, atau kpd perusahaan utk mempertahankannya.

Tanggapan 4 -boorham.rifai@yahoo.com

Borderless artinya sebenarnya tidak ada batasan antara expat dan lokal, murni keseimbangan antara kompetensi, kebutuhan dan how low can you go. Apalagi dari sisi yg punya uang, pastinya tdk peduli expat atau lokal yg penting jobs done. Logikanya expat akan sulit masuk ke Indonesia karena harus bersaing dgn tenaga lokal. Tapi sepertinya di sini yg punya uang lebih suka menyewa expat yg mahal daripada orang lokal walaupun misalnya orang lokal ikhlas dihargain cuma 1/2 harga expat dengan kompetensi yg sama. Mgkn rumor tentang rate maksimum bagi orang lokal dan rate minimum bagi expat itu ada benarnya. CMIIW.

Tanggapan 5 - zulkiflitaher

Apakah benar RI kekurangan tenaga Perminyakan?

Sebelum menjawab pertanyaan ini, perlu juga kita bertanya apakah hal ini esensial bagi Indonesia untuk survive dalam mengelola kekayaan sumber daya migas ini?

Kalau kita mau lihat Negara Negara yang kaya dengan sumber daya migas, banyak Negara Negara di Timteng misalnya yang gak punya tenaga perminyakan, tapi bisa berhasil dalam mengelola sumber daya migas mereka. Banyak Negara yang gak punya tenaga perminyakan tapi sukses memenuhi atau malah melampaui target pendapatan Negara mereka. Bagi mereka tidak esensial masalah punya atau tidak punya tenaga perminyakan. Tapi dengan menghargai tinggi tenaga perminyakan, mereka bisa mendapatkan tenaga tenaga handal berpengalaman dari seluruh mata angina.

Jadi, menurut saya tidak benar bahwa RI kekurangan tenaga perminyakan. Tapi yang terjadi adalah RI tidak menghargai tenaga perminyakan seperti banyak Negara lain melakukanya. Masih ingat kan diskusi kita tentang SBY yang menyindir Jokowi yang menaikan UMR....?

Tanggapan 6 - Roviky Dwi P

Kalau menurutku sakjane gajinya orang minyak termasuk SKKMIGAS itu sudah pas dan sesuai, yang lain aja kekecilan. Maksude, gaji orang Indonesia semua harus dinaikkan, biarkan saja harga naik semua malah bagus .... supaya kalau kita ke LN juga bisa belanja :-) walaupun inflasi selalu ngikut sepanjang tahun, layaknya entrophy.

Btw, Pak Rudy sepertinya menggunakan fenomena kelangkaan Drilling Engineer (DE) di Indonesia. Salah satu yg kita lihat saat ini adalah sedikitnya DRILLING RIG yang ada di indonesia, tentunya target drilling juga tidak akan tercapai, ujungnya produksi semakin termehek-mehek mengejar target.

Kelangkaan DE ini bukan hanya sekedar karena Rignya ga ada didunia ini, tetapi orang yang mencari drilling rignya pun ngga ada, alias ngga ada DE di Indonesia. Tentu saja DEnya mencarikan rig bagi perusahaannya masing2. Siapa yang punya DE ya mereka yang dapat mencari rig. This is not lack of drilling rig, but lack of drilling engineer.

Jadi kalau emang DE sedang naik daun, ya sudah nggaji DEnya saja yg dinaikkan dengan term of condition sama spt di LN. (shorterm contract, daily rates). cara hitugnya ya seperti yg saya tuliskan bulan lalu disini http://wp.me/p1bJX-et . Jangan dihitung sehari 2500$ utk kerja setahun dikalikan 360 kali !

Lah kok kemudian dibawah-bawa soal kelangkaan Pekerja Migas itu tentunya melebar ke hal lain. Ntah siapa yang melebarkan, Pak Rudi atau wartawan, supaya lebih seru.

Hal yang mirip adalah melihat issue potensi minyak di Indonesia. Apakah memang minyaknya ngga ada atau memang tidak ada geologist yang berusaha serius untuk mencarinya ? Lack of prospect or lack of geologist idea ?

Tanggapan 7 - uripsdm

Rekans MI, Mari kita analisis.

Dengan keyworsd : SDM, Tenaga Kerja, Migas

KEPENTINGAN : Negara, Masyarakat, Pekerja Migas Negara ingin berdaulat atas penguasaan Sumber Daya Migas hingga pengolahan dan pengelolaannya. Masyarakat merupakan konsumen yg ingin menikmati hasil tambang Migas yg juga berhak sebagai warga NKRI, misal dg harga bbm murah. Pekerja Migas ingin memiliki pendapatan setinggi-tingginya.

SUPPLY DEMAND:
Demand bbm domestik membuat tekanan Supply bbm yg memicu peningkatan produksi.

PRODUKSI:
Produksi bbm Dalam Negeri yg terdorong naik, memicu investasi yg menuntut kapital, teknologi dan kebutuhan Tenaga Kerja.

KOMPETENSI:

Kualitas SDM nasional sdh mampu untuk eksplorasi dan eksploitasi, pengolahan hingga distribusi ke seluruh pelosok NKRI.

PROBLEM:
Kecepatan Demand yg tidak diimbangi Supply. Tuntutan peningkatan produksi yg tidak diimbangi Kuantitas SDM yg kompeten.

ALTERNATIF SOLUSI:
Melalui investasi di dunia pendidikan, tingkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan Vokasional, dibiayai oleh revenur hasil penjualan migas iru sendiri melalui beasiswa ikatan dinas dihidupkan lagi untuk teknisi sd engineer migas. Siswa/mahasiswa bisa sambil magang, alumni langsung bekerja di bidangnya. Para senior yg sdh melanglang buana dan industri migas dijadikan fasilitator/pengajar/mentornya.

Terakhir, Niat ikhlas belajar dan berkarya untuk NKRI..!!

Tanggapan 8 - puluh.rianto@gmail.com

Dg kondisi saat ini yg sudah boirderless, selama demand tenaga perminyakan di luar negri jauh lebih besar daya tariknya atas suply yg dihasilkan didalam negri, brain drain akan terus terjadi.

Tdk cukup dengan peningkatan supply melalui pendidikan, tapi program2 retention di dalam negri harus dilakukan. Perlu Regulasi2 baru dibidang ketenagakerjaan migas yg membuat orang secara rasional lebih memilih bekerja di sini. Efeknya: proses produksi berjalan dg dukungan tenaga kerja migas yg mencukupi, dan produksi migas juga akan meningkat.

Tanggapan 9 - uripsdm@yahoo.com

Coba rekans semua baca komentar yang muncul, yg terbaca adalah:
  1. Membandingkan gaji dg expat. Ini pasti ditulis dg semangat pekerja.
  2. Menghitung fasilitas tunjangan dan sejenisnya, misal medical benefit. Ini pasti ditulis dg semangat pekerja.
  3. Mendiskreditkan kondisi ketenagakerjaan domestik, dan terjadilah brain drain ke LN. Ini pasti ditulis dg semangat pekerja.

Itu tidak salah. Saya sdh menuliskannya di bawah sub judul "KEPENTINGAN", dengan peran sebagai "pekerja" Migas, yg kebanyakan pekerja mau pendapatan setinggi tingginya. Dan keinginan ini tidak ada rem nya. Oleh karena itu, saya tutup dg kalimat "niat ikhlas belajar dan berkarya untuk NKRI".

D sisi lain, ada KEPENTINGAN masyarakat, yg krn perannya tidak berkesempatan memdaftar masuk sbg pekerja Migas, krn misalnya ybs hanyalah seorang tukang kayu, atau petani di pelosok gunung, atau nelayan di sebarang lautan. Namun semua kita berhak untuk menikmati hasil bumi yg adalah kekayaan milik bangsa dan NKRI. Jangan salahkan mereka, kalau menjerit di tengah lautan krn solar langka lagi selangit harganya. Mereka gambaran dari Kepentingan Masyarakat yg ingin nikmat dari hasil bumi NKRI.

Bayangkan, kalau semua pekerja Migas adalah murni bangsa Kita, maka tak seorangpun mengatakan "koq expat itu...dst ..dst".

Bayangkan kalau SDM NKRI yg berkarya, apapun hasilnya, maka nelayan itu bersorak gembira, dan sabar menanti solar penuh pengertian,menunggu menghampirinya demi perahu motor kecilnya bisa melaut lagi.

Ketika semua hasil produksi itu, berupa limpahan rejeki dialokasikan dg secara adil kpd siswa, mahasiswa, pekerja, dan stakeholders lainnya berupa kenikmatan naiknya tingkat ekonomi dan kesejahteraan pribadi, maka NKRI ini akan menjadi Negara Adidaya!!

Mari bersatu, berbakti demi NKRI !!!
Merdeka SDM Indonesia !!!

Tanggapan 10 - puluh.rianto

Memang paling tidak ada 4 kepentingan pak:
  1. Kepentingan usaha/industripengusaha yg memikirkan ya pengusahanya.
  2. Kepentingan pekerja yg memikirkan ya pekerjanya sendiri
  3. Kepentingan negara/pemerintah/juga masyarakat, ya yang memikirkan pemerintah yg sedang berwenang dan memegang mandat.
  4. Kepentingan rakyat, yg memikirkan rakyat lewat wakil2nya di DPR dan komisi yg membidangi energi migas.
Milis ini mayoritas membernya pekerja, jadi wajar saja kalo semangat tanggapannya lebih banyak dari sisi pekerja.

Terbuka ruang yang sama untuk tanggapan dari sisi pengusaha dan pemerintah, dan (wakil) rakyat. Masing2 punya peranan.

Kalo pekerja diminta ikut memikirkan dari sisi kepentingan pemerintah atau yg lain, trus kerjaannya sendiri gimana? dst dst...

Bukannya nggak mau atau berpikir sektoral, tapi partisipasi pekerja ke pemerintah dan masyarakat sudah diwujudkan/diwakili dalam bentuk PAJAK.

Masing2 punya peran sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yg dilakoninya...


Tanggapan 11 - Wahyu Affandi

...jika sdh sampai ke situasi "kekurangan SDM perminyakan",maka sdh saatnya ESDM, SKK Migas mendorong para HRD Migas, sbb:

usia kerja: review kembali utk menaikkan batas usia (kini 58 tahun ?), dgn kondisi fit akan ditentukan oleh MCU (medical check up) dan utk posisi tertentu,misal: advisor, specialist

salary: susun jenis salary utk bangsa Indonesia yg mmpunyai skills +experiences, misalnya sebutlah sbg "Asia Expat", mulai dgn rate "setengah, tiga per-empat, atau sama" dgn sang expat asli...jangan menunggu sikon 'brain-drain' (kata isu, event "Pulang Kampung di Dubai akhir Maret 2013" juga tdk menggembirakan...artinya kagak dipercaya) iklan loker: mulailah para HRD/Agen utk mencantumkan 'salary range' , yg sekarang hanya ada di loker luar negeri

job slot: buatlah job slot baru (maaf krn sy di bidang HSE),misal HSE Coach, Environmental Coach, Waste Management Expert, HSE General Promotion, dst. Maka,sikon dunia usaha Migas akan menggeliat,krn saya melihat bhw banyak rekan yg masih sehat gagah hrs berhenti,gara2 batasan umur,dan para yunior akan belajar dari kehadiran sang super senior tsb.

Salam, semoga niat baik akan mampu menolong bangsa sendiri.

Tanggapan 12 - J.S. Sibagariang

Yth. Rekan Migas,

Sharing dari pengalaman saya: Jika kita bicara ttg gaji tinggi (dinaikkan) yang ditawarkan di Oil Company di Indonesia untuk menjawab kebutuhan Tenaga Perminyakan di Indonesia, bukan menjadi *jaminan* bahwa pekerjaan yang dilakukan oleh Pegawai tsb adalah bagus & menguntungkan bagi Perusahaan atau Negara.

Contohnya ditempat sister company kami PSC eksplorasi di Indonesia, ada Pegawai (lokal) kantoran yang digaji sangat tinggi (katakanlah >$1,000 x 22 hari kerja + tanggungan2 lain) tetapi setelah dicek-cek dengan adanya pergantian manajemen, pekerjaannya tsb tidak dapat dikatakan bagus atau sesuai dengan kebutuhan Perusahaan atau dengan kata lain merugikan perusahaan.

Jadi jika bicara ttg gaji (uang) yang ditawarkan, tidak menjadi tolak ukur mendapatkan kualitas SDM yang pas (kalau untuk memenuhi kuota/jumlah SDM mungkin bisa/iya).

Menurut saya, semangat kebangsaan dan membangun bangsa ini menjadi lebih baik adalah salah satu jawaban untuk perusahaan migas Indonesia/Negara mendapatkan kualitas SDM lokal.

*"ilmu bisa digali, uang bisa dicari, tapi hati & pikiran manusia siapa yang tau..."* :)

Tanggapan 13 - "Amal Ashardian"

Statement yang menarik.
Saya kira statement menguntungkan bagi perusahaan atau Negara perlu lebih diperjelas.

Saya kira personal yang telah digaji 1000USD/day itu memiliki pertimbangan yang jauh lebih dalam daripada sekedar uang. Daripada sekedar menyenangkan pimpinannya, dia berpikir misalnya keselamatan orang dan alam lingkungan.

Karena bekerja tidak hanya demi keuntungan uang semata tetapi juga wajib mempertanggung jawabkan kepada Tuhan.

Saya juga sering menjumpai, karena demi uang atau takut dipecat atau demi menyenangkan boss, seseorang rela melacurkan diri/ melacurkan keahliannya/ke-engineer-anya.

Thursday, November 29, 2012

Analisa SWOT Diri


Diskusi pengembangan diri
sumber: http://www.migas-indonesia.com
SWOT itu kepanjangannya adalah Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat.....

Strength atau Kekuatan dan juga Weakness atau kelemahan adalah sesuatu yang sifatnya lebih ke arah internal sedangkan Opportunity (peluang) dan Threat (Ancaman/hambatan) lebih kearah eksternal.
Analisa ini bisa digunakan untuk analisa pribadi (diri sendiri) maupun analisa akan dunia di sekitar kita (industri kita misalnya)

Kalau tujuannya untuk analisa pribadi, mungkin faktor S dan W bisa digambarkan melalui pertanyaan..
Apa kekurangan dan kelebihan dari diri kita....
    
Dengan mengetahui secara lebih mendalam, diharapkan kita bisa "naik" ke tahap selanjutnya... yaitu analisa O dan T.
Mungkin gambarannya seperti ini..

Setelah anda mengetahui kelebihan, juga melihat keadaan di sekeliling anda(misal pekerjaan, hubungan keluarga, persahabatan, kerohanian, dll) kira peluang apa yang anda miliki? demikian juga untuk kekurangan anda dibandingkan dengan keadaan di sekeliling anda, kira2 apa yang menjadi ancaman bagi anda..

Tanya - fauzan haq

Saya membaca di suatu acara perekrutan pegawai terdapat salah satu persyaratan yaitu calon tersebut perlu membuat analisa SWOT (Strength Weaknes Opportunity Treat) tentang diri masing-masing. Yang ingin saya tanyakan, apa maksud dari SWOT itu sendiri dan apa yang perlu ditulis atau diungkapkan untuk menjawab pertanyaan seputar SWOT tersebut?

Atas pencerahannya saya ucapkan banyak terima kasih.


Tanggapan 1 -  mohamad.kadafi

Setahu saya Analisa SWOT dipake untuk menganalisa potensi (pribadi, organisasi, team, dll).
Ada 4 pisau bedah, yang dibagi dalam 2 aspek klasifikasi

1. potensi internal (baik positip maupun negative)
  •  Strength
  •  Weakness

2. potensi eksternal (positip/negative)
  • Opportunity
  • Treat

Analisa biasanya dilakukan dengan scoring dan pembobotan/matrikulasi.
Pertama di definisikan dulu potensi2nya.
Missal yang termasuk strength itu apa aja (potensi positif dari aspek internal, missal : kekuatan modal, specific skill, dll) yang termasuk weakness itu apa aja (potensi internal negative, missal : kurang berani ambil resiko, tidak tepat waktu, dll) begitu juga untuk opportunity dan treat, aspek external baik positip (opportunity) maupun negative (treat).

Setelah di definisikan, lalu di lakukan pembobotan dan scoring kemudian dibandingkan, mana yang dominant, idealnya adalah strength dan atau opportunity yang dominant, tapi kalo potensi negative yg dominant maka ada improvement action biasanya begitu.

Kalo ada yang salah tolong dikoreksi, mohon ditambahkan dan dilengkapi.

Terima kasih


Tanggapan 2 - Joi Surya Dharma@medcoenergi

Pak Fauzan,
Sejauh pengetahuan saya (CMIIW), SWOT adalah suatu strategic framework analysis yang digunakan untuk company level atau pun business unit-nya.
Jadi ini analisis dilakukan terhadap entity, yang dalam case bapak adalah terhadap diri Bapak.

SW berupa internal analysisnya, sedangkan OT adalah externalnya.

Namun SWOT analysis tidaklah berguna jika tidak ada action plan dan sering dibilang dari SWOT --> So What yaitu berupa strategy identification dan ini bisa di realisasikan terhadap value chain company saat ini yang di modify terhadap short, mid dan long term plannya. Dalam case Bapak saya pikir setelah menceritakan kekuatan/kemampuan (positif), kelemahan (negatif), kesempatan diluar diri dan ancaman terhadap diri Bapak, kemudian So What yang menurut saya bagaimana kemampuan (S) bapak tersebut didayagunakan se optimal mungkin untuk men-tackle ancaman (T) dan grab kesempatan (O) yang ada.

Agak meluas dari SWOT adalah Industry analysis, karena SWOT tidak akan berjalan jika tidak melihat the big picture alias Industry-nya. Dalam case bapak, saya pikir industrinya adalah proses aplikasi pekerjaan dengan competitornya adalah para pelamar kerja.

Secara singkat, step by step berikut: (SWOT analysis ada di step ke-5)
  1. Industry dan Competitor Analysis : kita identify Dominant Industry Characterisctis
  2. Competitive Analysis: bisa menggunakan Michael Porter's Five Forces Analyis
  3. Competitive Position of Major Companies: yang bisa narrow down menjadi 5 sampai 2 competitor terbesar
  4. Competitor Analysis: dengan identify Industry Key Suscces Factores, dan hasilnya adalah berupa Strategic Group Map yaitu positioning kita terhadap competitor lainnya
  5. Company Situation Analysis: dengan identify Strategic Performance Indicatior dan SWOT analysis
  6. Competitive Strength Assessment: di rate berdasarkan Key Success Factor
  7. Strategy Identification: kemudian me-modify current value chain

Semoga sedikit penjelasan diatas membantu dan ini detail info tentang SWOT :
http://www.quickmba.com/strategy/swot/


Tanggapan 3 - Cahyo Hardo

Analisa SWOT biasanya saya gunakan ketika ada pegawai baru atau pindahan dari departemen lain yang joint departemen kami. Tujuannya adalah supaya kita tahu peta kekuatan dan kelemahan si orang ini agar lebih mudah melakukan tindakan yang diperlukan, dalam konteks positif tentunya.

Analisa SWOT haruslah jujur, karena tokh pada akhirnya akan dibuktikan di tempat kerja. Perlu diingat, SWOT hanyalah salah satu input, misalnya untuk input development seseorang, masih banyak faktor2 lain yang bisa diujikan.

Melakukan analisa SWOT itu gampang2 susah karena butuh konsentrasi dan kejujuran diri, karena pada hakekatnya, susah untuk mengakui kelemahan ketimbang menerima kelebihan yang ada pada kita.

Salah satu input yang berguna adalah, tanyalah pada anggota keluarga kita apa kelemahan dan kelebihan kita, pun kepada kolega dan teman kerabat.

Mudah2an tidak menambah bingung.


Tanggapan 4 - didi_erdiwal

Dear Mas Fauzan,
Sekedar menambahkan apa yang sudah disampaikan rekan2 lainnya.

Dalam konteks rekrutmen, SWOT yang dilakukan adalah sebagai salah satu tool dari serangkaian tool. Jadi biasanya bukan satu2-nya tool yang digunakan sebelum memutuskan apakah seseorang akan diterima untuk bekerja pada suatu posisi tertentu.

Namun pada intinya, yang ingin diketahui adalah sejauh mana kandidat mengetahui tentang dirinya sendiri dari analisa SWOT yang dilakukannya sendiri terhadap dirinya. Semakin ia tahu akan dirinya Strengths (kekuatan diri), Weaknesses (kelemahan diri), Opportunities (kesempatan yang dapat dimanfaatkannya), and Threats (ancaman yang mungkin timbul) maka dapat dipastikan ia akan lebih mudah dalam beradaptasi dan berkarya.

Apa yang harus ditulis ? Tuliskan saja semua yang kita ketahui tentang diri kita dengan mengacu pada SWOT tadi. Tentu saja kita harus jujur, karena akan di-check dengan tool lain. Biasanya bila kita membual dari sisi 'content' maka akan ketahuan, katakanlah pada saat di-interview.

Apa yang kita tuliskan juga sekaligus bisa memberikan gambaran mengenai apa yang ada didalam diri kita... misal: cara berpikir, dsb.

Mudah2-an apa yang saya tambahan memberikan manfaat. Bila masih ada hal yang ingin didiskusikan, silahkan kita bahas lagi bersama.

Salam dan vivi Migas.


Tanggapan 5 - Yalbert K yalbert@re.rekayasa

SWOT Analysis merupakan methoda yang efektif untuk mengidentifikasi Kekuatan (Strengths), Kelemahan (Weakness), Peluang (Oppotunity) dan Tantangan (Threats). Memang dianalisa ini kita melakukan pembobotan setiap factor yang telah kita definisikan dan kemudian score nya dibandingakan. Untuk lebih jelasnya bisa dibaca pada lampiran.
Mohon ma'af jika ada yang salah dan mungkin dari bapak2 yang lain bisa mengkoreksi dan tambahan.


Tanggapan 6 - fauzan haq

Terima kasih sebelumnya atas pencerahannya
Dalam konteks mencari pekerjaan, ada beberapa hal yang masih membingungkan
saya terutama untuk opportunity dan threat. Apakah keduanya selalu dihubungkan dengan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki diri, dengan kata lain sifatnya seolah-olah seperti hubungan implikasi, seperti: karena "begini" maka "begitu"?
Saya masih belum mendapatkan gambaran yang jelas tentang seperti apa
opportunity dan threat diri sendiri. Bisa minta tolong rekan-rekan memberikan contoh konkretnya?

Terima kasih sebelumnya. Maaf jika merepotkan.


Tanggapan 7 - Albert M

Pak Fauzan,
IMHO, memang lebih mudah sepertinya mengerti analisa SWOT ini jika dihubungkan dengan business strategic dibandingkan jika diaplikasikan untuk menilai kemampuan dan potensi seseorang. Jika Strength dan Weakness berhubungan dengan saat ini, maka Opportunity dan Threat berhubungan dengan masa depan (foreseeable conditions). Masing-masing orang memiliki
Opportunity dan Threat yang berbeda, tergantung dari pengalaman dan interest masing-masing individu. Contoh threat dalam konteks mencari pekerjaan : kemampuan bahasa asing, kemampuan IT, pengalaman berorganisasi dsb dari para fresh graduate yang menjadi saingan anda dalam mencari pekerjaan.
Contoh opportunities : semakin meningkatnya kebutuhan tenaga kerja yang multi skill, semakin banyak media untuk mengakses informasi mengenai lowongan-lowongan dan semakin mudah memasukkan lamaran melalui online application, dsb.
Threat anda berbeda dengan threat saingan anda, karena misalnya bagi anda kemampuan bahasa bukan masalah. Demikian juga opportunity, jika anda tidak memiliki multi skill misalnya, maka hal itu bukan menjadi opportunity melainkan menjadi threat buat anda.


Tanggapan 8 - Administrator

Dengan attachment.

SWOT Analysis merupakan methoda yang efektif untuk mengidentifikasi Kekuatan (Strengths), Kelemahan (Weakness), Peluang (Oppotunity) dan Tantangan
(Threats). Memang dianalisa ini kita melakukan pembobotan setiap factor yang telah kita definisikan dan kemudian score nya dibandingakan. Untuk lebih
jelasnya bisa dibaca pada lampiran.
Mohon ma'af jika ada yang salah dan mungkin dari bapak2 yang lain bisa
mengkoreksi dan tambahan.

Attachment : SWOT Analysis.pdf


Tanggapan 9 - Satya Paramita

Dear Fauzan,
SWOT itu kepanjangannya adalah Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat.....

Strength atau Kekuatan dan juga Weakness atau kelemahan adalah sesuatu yang sifatnya lebih ke arah internal sedangkan Opportunity (peluang) dan Threat (Ancaman/hambatan) lebih kearah eksternal.
Analisa ini bisa digunakan untuk analisa pribadi (diri sendiri) maupun analisa akan dunia di sekitar kita (industri kita misalnya)

Kalo tujuannya untuk analisa pribadi, mungkin faktor S dan W bisa digambarkan melalui pertanyaan..
apa kekurangan dan kelebihan dari diri kita....

dengan mengetahui secara lebih mendalam, diharapkan kita bisa "naik" ke tahap selanjutnya..
yaitu analisa O dan T.
mungkin gambarannya seperti ini..

setelah anda mengetahui kelebihan, juga melihat keadaan di sekeliling anda
(misal pekerjaan, hubungan keluarga, persahabatan, kerohanian, dll) kira peluang apa yang anda miliki? demikian juga untuk kekurangan anda dibandingkan dengan keadaan di sekeliling anda, kira2 apa yang menjadi ancaman bagi anda..

sebagai contoh kelebihan saya adalah bermain musik dan kegiatan saya di luar hari kerja minim sekali maka opportunity saya adalah saya bisa ngajar musik tapi kekurangan saya adalah saya orgnya mudah bosan maka threat buat saya...bisa2 bulan depan, saya uda males2an ngajarnya..

nah..dari analisa ini diharapkan kita bisa naik lagi ke tahap berikutnya.....pertanyaan selanjutnya, strategi apa yang harus saya terapkan supaya saya bisa tetep ngajar dan sifat 'males' saya bisa dikurangi???
misal : strategi yang saya gunakan untuk menghilangkan rasa malas adalah, dengan mempelajari & mengajarkan lagu2 baru, lagu yang lagi ngetrend saat itu...
jadi disamping saya nya yang ga bosan....murid saya juga ga akan bosan...bahkan bisa2 menjadi sangat semangat untuk saling belajar dan mengajar..... ^_^

Lebih luas lagi..bisa digunakan untuk menganalisa bisnis kita, tidak hanya bisnis yang sudah berjalan, bahkan bisnis yang baru sekalipun....dengan kata lain fungsi dari analisa ini sangat luas....

Mungkin demikian inti dari Analisa SWOT diri itu...^_^

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | JCPenney Coupons